Sabtu, 16 April 2011

hipotesis dan pertanyaan dalam penelitian


  1.    Penelitian hipotesis dan pertanyaan penelitian
a.       hipotesis
            istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani yang mempunyai dua kata yaitu ”hupo” (sementara) dan ”thesis (pernyataan atau teori). Karena hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya. Kemudian para
 ahli menafsirkan arti hipotesis adalah sebagai dugaan terhadap hubungan antara dua variable atau lebih (Kerlinger,1973:18 dan Tuckman,1982:5).
            Jadi hipotesis adalah jawaban atau dugaan sementara yang harus diuji lagi kebenarannya. Hipotesis penelitian adalah hipotesis kerja (Hipotesis Alternatif Ha atau H1) yaitu hipotesis yang dirumuskan untuk menjawab permasalahan dengan menggunakan teori-teori yang ada hubungannya (relevan) dengan masalah penelitian dan belum berdasarkan fakta serta dukungan data yang nyata di lapangan.
b.      Pertanyaan penelitian (research questions).
            Inti dari suatu penelitian ialah dikarenakan adanya masalah yang perlu diatasi, ada fenomena yang belum diketahui dan penting untuk diketahui. Cara peneliti untuk merumuskan hal tersebut secara jelas ialah dengan membuat pertanyaaan penelitian yang akan di jawab dalam penelitian.
Pertanyaan dalam penelitian merupakan pertanyaan yang efektif, menarik, relevan, harus jelas, dan dapat diteliti. Ciri-ciri merumuskan pertanyaan yang baik yaitu: Aktual,  Adanya paradoks, dan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda.
Pertanyaan dalam penelitian dapat dibagi dalam dua kategori:
1.      Pertanyaan umum (general research questions)
Pertanyaan umum adalah pertanyaan yang lebih abstrak dan biasanya tidak dapat dijawab secara langsung (karena sangat umum).
Contohnya:
·         Faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan minat baca seorang siswa?

2.       Pertanyaan spesifik (specific research questions).
Pertanyaan spesifik adalah pertanyaan yang lebih rinci, lebih khusus dan  jelas. Pertanyaan ini dapat dijawab secara langsung karena secara langsung mengacu pada data-data penelitian yang akan dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Contohnya:
·           Pertanyaan umum:
Faktor-faktor apakah yang berhubungan dengan minat baca seorang siswa?
·            Pertanyaan khusus:
 Apakah hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan minat baca seorang siswa?
Apakah tingkat minat baca dipengaruhi oleh tingkat pendapatan orang tua?

2.    Hubungan teori, hipotesis, dan pertanyaan dalam penelitian
       Pertanyaan dalam penelitian timbul akibat adanya kerancuan/ketidak sesuaian antara teori dengan fakta. Kemudian dari pertanyaan pertanyan tersebut timbul hipotesis-hipotesis akibat keingin tahuan dan hubungan sebab akibat antara kenapa dan mengapa. Apabila suatu percobaan telah berhasil membuktikan kebenaran hipotesis, Maka hipotesis tersebut kemudian menjadi teori.

3.    Kriteria penyusunan hipotesis
Menyusun Hipotesis berupa pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya.

Cara merumuskan Hipotesis ialah dengan tahapan: rumuskan Hipotesis penelitian, Hipotesis operasional, dan Hipotesis statistik.
  1. Hipotesis penelitian ialah Hipotesis yang kita buat dan dinyatakan dalam bentuk kalimat.
Contoh:
·      Ada hubungan antara gaya kepempininan dengan kinerja pegawai
·      Ada hubungan antara promosi dan volume penjualan
  1. Hipotesis operasional ialah mendefinisikan Hipotesis secara operasional variable-variabel yang ada didalamnya agar dapat dioperasionalisasikan.
Contoh:
·      “gaya kepemimpinan” dioperasionalisasikan sebagai cara memberikan instruksi terhadap bawahan.
·      Kinerja pegawai dioperasionalisasikan sebagai tinggi rendahnya pemasukan perusahaan.
Hipotesis operasional dijadikan menjadi dua, yaitu Hipotesis 0 yang bersifat netral dan Hipotesis 1 yang bersifat tidak netral Maka bunyi Hipotesisnya: H0: Tidak ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan. H1: Ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan.
  1. Hipotesis statistik ialah Hipotesis operasional yang diterjemahkan kedalam bentuk angka-angka statistik sesuai dengan alat ukur yang dipilih oleh peneliti.
Contoh:
·         asumsi kenaikan pemasukan sebesar 30%, maka Hipotesisnya berbunyi: H0: P = 0,3 l 0,3mH1: P 





4.    Jenis  hipotesis
            Bentuk hipotesis tidak dapat dipisahkan dengan jenis riset pada jenis riset deskriptf. Hipotesisnya akan berupa hipotesis deskriptif, pada riset komparatif maka hipotesisnya akan berupa hipotesis komparatif , sedangkan pada riset asosiatif maka hipotesisnya maka hipotesisnya akan berupa hipotesis asosiatif. Hipotesis dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

1.      Hipotesis deskriptif
Merupakan jawaban sementara terhadap perumusan masalah deskriptif.
2.      Hipotesis komparatif
Merupakan jawaban sementara terhadap perumusan masalah komparatif.
3.      Hipotesis asosiatif
Merupakan jawaban sementara terhadap perumusan masalah asosiatif.
4.      Hipotesis riset berbeda dengan hipotesis statistic.
Hipotesis riset adalah dugaan sementara yang hendak diuji kebenarannya dalam suatu riset yang menggunakan sampel. Suatu riset dapat memiliki hipotesis riset, tetapi tidak memiliki hipotesis statistic jika riset yang dilakukan tidak menggunakan sampel melainkan meneliti seluruh populasi.